Rabu, 05 Januari 2011

konsep dasar Administrasi dan supervisi Pendidikan

KONSEP DASAR ADMINISTRASI DAN
SUPERVISI PENDIDIKAN


A. PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

I. PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Administrasi pendidikan adalah proses memanfaatkan sumber daya pendidikan melalui kerjasama sejumlah orang dengan melaksanakan fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Administrasi pendidikan adalah semua aspek kegiatan untuk mendayagunakan berbagai sumber (manusia, sarana dan prasarana, serta media pendidikan lainnya) secara optimal, relevan, efektif, dan efisien guna menunjang pencapaian tujuan pendidikan.
Soepardi (1988:25) (Online) http://definisi pengertian.blogspot.com/2010/03/pengertian-administrasi-pendidikan.html.

Beberapa rumusan pakar tentang pengertian administrasi pendidikan dikemukakan antara lain :
1. Monre (1952), administrasi pendidikan adalah pengarahan, pengawasan, pengelolaan segala hal yang berkaitan dengan sekolah, termasuk administrasi pembiayaan. Dalam arti segala aspek yang berkaitan dengan sekolah harus dipertimbangkan untuk mencapai tujuan pendidikan.
2. Roring (1966), administrasi pendidikan dapat diartikan pula sebagai pelaksanaan pimpinan yang mewujudkan aktivitas kerja sama yang efektif bafgi tercapainya tujuan pendidikan.
3. Nasution (1972), administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, semua kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia baik personil, materil, maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan,.
4. Kurikulum SMP (1975), administrasi pendidikan adalah segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personal maupun materil) secara efesien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan .
5. Nawawi (1983), administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal.
(S. Mochtar Husain dan Andi Nurochman, 2009, Administrasi dan Supervisi pendidikan)


II. PENGERTIAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya. Khoirul Huda 2008 ( Online ) http :// constitutionlaw. blogspot.com.
Beberapa pendapat pakar tentang pengertian supervise antara lain :
1. Menurut Purwanto (1987) Supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif.
2. Dalam Dictionary of Education (Good, 1973), merumuskan “ Supervision all efforts designated school afficials directed toward providing leadership to teachers in the improvement of instruction”. Rumusan ini mengandung makna bahwa nsupervisi merupakan usaha yang dilakukan oleh para Pembina pendidikan dengan maksud menumbuhkan kepemimpinan guru sebagai usaha perbaikan pengajaran.
3. Sedangkan menurut Sutisna (1987), Supervisi ialah suatu bentuk pelayanan, bantuan provisional, atau bimbingan bagi guru-guru dan dengan melalui pertumbuhan kemampunan guru hendaknya meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran.
4. Menurut Kimball Wiles, (Bafadal . . . .), Supervisi pendidikan itu adalah serangkaian kegiatan membantu kepala sekolah mengembangkan kemampuannya mengelolah sekolahnya, atau membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelolah proses belajar mengajar. Dijelaskan bahwa situasi belajar mengajar di sekolah akan lebih baik tergantung kepada keterampilan supervisor sebagai pemimpin.
Sumber : (S. Mochtar Husain dan Andi Nurochman, 2009, Administrasi dan Supervisi pendidikan)

B. PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI PENDIDIKAN
Prinsip-prinsip supervisi pendidikan meliputi:
1. Prinsip-prinsip fundamental
Pancasila merupakan dasar atau prinsip fundamental bagi setiap supervisor pendidikan Indonesia. Bahwa seorang supervisor haruslah seorang pancasilais sejati.
2. Prinsip-prinsip praktis
a. Negatif
 Tidak otoriter
 Tidak berasas kekuasaan
 Tidak lepas dari tujuan pendidikan
 Bukan mencari kesalahan
 Tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil


b. Positif
 Konstruktif dan kreatif
 Sumber secara kolektif bukan supervisor sendiri
 Propessional
 Sanggup mengembangkan potensi guru
 Memperhatikan kesejahteraanguru
 Progresif
 Memperhitungkan kesanggupan supervisid
 Sederhana dan informal
 Obyektif dan sanggup mengevaluasi diri sendiri
SUMBER: Khoirul Huda 2008 ( Online ) http :// constitutionlaw. blogspot.com.
Menurut beberapa pakar antara lain Alfonso, Sergiovanni, dll (Bafadal . . . .), prinsip-prinsipn supervise pendidikan adalah sebagai berikut :
1. supervisi harus mampu menciptakan hubungan kemanusian yang harmonis
2. Supervisi harus dilakukan secara berkesinambungan
3. Supervisi pendidikan harus demokratis
4. Program supervise harus komprehensif
5. Supervise pendidikan harus konstruktif
6. Supervise pendidikan harus objektif
Sejalan dengan ungkapan di atas, masalah yang dihadapi dalam melaksanakan supervise dilingkungan pendidikan ialah bagaimana cara mengubah pola pikir dari yang sifatnya otoriter dan korektif menjadi sikap konstuktif dan kreatif
(S. Mochtar Husain dan Andi Nurochman, 2009, Administrasi dan Supervisi pendidikan)

C. TUJUAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Supervisi yang baik akan menghasilkan pola kinerja yang baik, jika supervise dilakukan dengan cara dan metode yang benar pula, tentu ini menuntut pengetahuan yang benar pula bagi para supervisi dalam melaksanakan tugasnya.
1. Tujuan Umum Supervisi pendidikan
• Berdasarkan Tujuan Umum Pendidikan :
Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia “dewasa” yang sanggup berdiri sendiri.
• Berdasarkan Tujuan Pendidikan Nasional
Yaitu membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia-manusia pembangunan yang dewasa dan pancasilais.

• Berdasarkan Tujuan Supervisi sendiri
Agar tercapai perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar pada khususnya

2. Tujuan Khusus Supervisi Pendidikan
Meliputi :
a) Membantu guru-guru untuk lebih memahami tujuan yang sebenarnya dari pendidikan dan perencanaan sekolah dalam usaha mencapai tujuannya.
b) Membantu guru-guru untuk dapat lebih menyadari dan memahami kebutuhan- kebutuhan dan kesulitan-kesulitan murid dan menolong mereka untuk mengatasinya.
c) Memperbesar kesanggupan guru-guru untuk memperlengkapi dan mempersiapkan murid-muridnya menjadi anggota masyrakat yang efektif.
d) Membantu guru-guru mengadakan diagnose secara kritis aktivitas-aktivitasnya, serta kesulitan- kesulitan mengajar dan belajar murid-muridnya, dan menolong mereka merencanakan perbaikan.
e) Membantu guru-guru untuk dapat menilai aktivitas-aktivasnya dalam rangka tujuan perkembangan anak didiknya.
f) Memperbesar kesadaran guru-guru terhadap tata kerja yang demokratis dan guru dapat mempelajari bersama catatan-catatan tentang kemajuan murid guna menilai keefektivan program yang disusun.
g) Memperbesar ambisi guru-guru untuk meningkatkan mutu karyanya secara maksimal dalam bidang profesi (keahlianya).
h) Membantu guru-guru untuk dapat lebih memamfaatkan pengalaman-pengalamannya sendiri.
i) Membantu untuk lebih mempopulerkan sekolah kepada masyarkat agar bertambah simpati dan kesedian masyarakat untuk menyokong sekolah.
j) Memperkenalkan guru-guru atau karyawan baru kepada situasi sekolah profesinya.
k) Melindungi guru-guru dan karyawan terhadap tuntutan-tuntutan yang tak wajar dan kritik-kritik yang tak sehat dari masyarkat.
l) Mengembangkan “profesionalisme esprit e corps” guru-guru.
Sumber: Borneoneo2008(Online)http://borneoneo.wordpress.com/2008/09/16/tujuan-dan-fungsi-supervisi/





D. FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
a. Penelitian
Proses dari penelitian ini meliputi beberapa tahapan
1) Perumusan dari pokok masalah yang akan diteliti/diselidiki.
2) Pengumpulan data.
3) Pengolahan data
4) Konklusi hasil penelitian
b. Peniliaian
Mengevaluasi pada aspek-aspek positif dan aspek-aspek negative guna menemukan dan mengembangkan kemajuan yang telah dicapai.
c. Perbaikan
Supervisi mengetahui keadaan umum dan situasi dalam pendidikan guna mengadakan perbaikan, jika belum baik atau belum memuaskan agar segera diperbaiki.
d. Peningkatan
Peningkatan disini supervisor meningatkan apa-apa yang sudah baik dan mengembangkan lagi agar lebih maju lagi. Serta mengintergrasikan antara pembinaan dan supervisi terhadap pembinaan dari orang-orang yang disuvervisi.
Sumber: Borneoneo2008(Online)http://borneoneo.wordpress.com/2008/09/16/tujuan-dan-fungsi-supervisi/

Swearingen dalam bukunya “ Supervision of instruction” (Sahertian Mataheru, 1981) mengemukakan delapan fungsi supervisi pendidikan, sebagai berikut :
1. Mengkoordinir semua usaha sekolah
2. Memperlengkapi kepemimpinan sekolah
3. Memperluas pemgalaman guru-guru
4. Menstimulir usaha-usaha yang kreatif
5. Memberikan fasilitas dan penilaian yang kontinu
6. Menganalisis situasi belajar-mengajar
7. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota staf
8. Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.
(S. Mochtar Husain dan Andi Nurochman, 2009, Administrasi dan Supervisi pendidikan)

E. TEHNIK-TEHNIK SUPERVISI PENDIDIKAN
Untuk mempermudah kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan supervisi diperlukan teknik-teknik supervisi. Para ahli berbeda-beda dalam merumuskan tahapan teknik-teknik supervisi akan tetapi pada dasarnya tetap sama. Secara garis besar teknik supervisi dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
1. Teknik Perseorangan dan
2. Teknik Kelompok.


1) Teknik perseorangan
Yang dimaksud teknik persorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
a) Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation), Kepala sekolah datang ke kelas untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekirannya perlu diperbaiki.
b) Mengadakan kunjungan observasi (observation visits), Guru-guru ditugaskan untuk mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain.
c) Membimbing guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa atau mengatasi problema yang dialami siswa.
d) Membimbing guru dalam hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah, antara lain: menyusun program semester, membuat program satuan pelajaran, mengorganisasi kegiatan pengelolaan kelas, melaksanakan teknik-teknik evaluasi pembelajaran, menggunakan media dan sumber dalam proses belajar mengajar, dan mengorganisasi kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler.

2) Teknik kelompok
Teknik kelompok ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok, beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
a) Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting), Seorang kepala sekolah menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusun. Termsuk mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru, dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi.
b) Mengadakan diskusi kelompok (group discussions), Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Di dalam setiap diskusi, supervisor atau kepala sekolah memberikan pengarahan, bimbingan, nasihat-nasihat dan saran-saran yang diperlukan.
c) Mengadakan penataran-penataran (inservice-training), Teknik ini dilakukan melalui penataran-penataran, misalnya penataran untuk guru bidang studi tertentu. Mengingat bahwa penataran pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran.
Dengan demikian teknik supervisi sangat penting untuk dikuasai oleh kepala sekolah, tanpa penguasaan teknik dalam pelaksanaanya tidak akan berjalan baik. Dengan demikian seorang kepala sekolah tidak akan efektif kegiatan supervisinya sebelum menguasai teknik dalam bidang supervisi. Teknik supervisi akan lebih memudahkan pencapaian sasaran-sasaran dari tujuan yang telah ditetapkan, oleh sebab itu penerapan teknik dari supervisi merupakan wujud dari kemajuan sekolah untuk berkembang.
Sumber: Purwanto, M.Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung:Remaja Rosdakarya, 2005

F. METODE SUPERVISI PENDIDIKAN
1. Metode langsung : Alat yang digunakan mengenai sasaran supervisi
2. Metode tak langsung : Mempergunakan berbagai alat perantara (media)

METODE YANG LAIN
1. Kunjungan sekolah (school visit)
Akan memberikan pengatahuan yang lengkap tentang situasi sekolah sehingga program akan lebih efektif.
2. Kunjungan kelas (class visit)
Merupakan suatu metode supervise yang “to the point” kena sasaran
3. Pertemuan individual
Setelah suatu kunjungan berakhir, hendaklah diadakan pembicaraan langsung dan pribadi tentang hasil kunjungan dengan orang yang dikunjungi.
4. Rapat sekolah
Untuk membicarakan kepentingan murid dan sekolah dan hal-hal yang berhubungan dengan sekolah
5. Pendidikan in service
Untuk kepentingan mutu mrngajar dan belajar, maka guru perlu mengembangkan pengetahuan sesuai dengan profesinya dengan berbagai cara. Misalnya : study individual, study grops, menghadiri ceramah, mengadakan intervisitasi dsb.
6. Workshop (musyawarah kerja_muker)
Untuk mengembangkan professional karyawan (in-service)
7. Intervisitas
Saling kunjung-memgunjungi sesama guru untuk mengobservasi situasi belajar masing-masing
8. Demonstrasi mengajar
Metode ini dapat dilakukan oleh supervisor sendiri atau oleh guru yang ahli untuk memperkenalkan metode mengajar yang efektif.
9. Bulletin supervisi
Bulletin berkala dapat dimanfaatkan untuk perbaikan program pendidikan dan penngajaran, bisa mingguan atau bulanan.


10. Bulletin bord
 Pengumuman administrative
 Pengunguman supervise
 Pengunguman untuk murid
 dsb
11. Kunjungan rumah
Tujuannya untuk mempelajari bagaimana situasi hidup orang yang disupervisi di rumah terutama meneliti masalah-masalah yang secara langsung atau tak langsung mempengaruhi tugas/kewajiban orang yang disupervisi itu
Sumber : supi pauzi2008 (online) http://applikasi.wordpress.com/2008/06/06/arti-supervisi pendidikan/

G. PROGRAM SUPERVISI PEDIDIKAN
Suatu program supervisi pendidikan adalah rangka program perbsikan pendidikan dan pengajaran.
1. Perancanaan
Perancaan adalah pemikiran dan perumusan tentang apa, bagaimana, mengapa, siapa, kapan dan dimana.
a) Prinsip-prinsip : kooperatif, kreatif, komprehensif, flexible, kontinu
b) Syarat-syarat :
tilikan jelas tentang tujuan pendidikan
pengetahuan tentang mengajar yang baik
pengetahuan tentang pengalaman belajar murid
pengetahuan tentang guru-guru
pengetahuan tentang murid-murid
pengaetahuan tentang masyarakat
pengetahuan tentang sumber-sumber fisik
factor biaya
factor waktu
c) proses : merumuskan what, why, how, who, when, where

2. Organisasi program
a. Pola-pola :
 Horizontal
 Vertical

b. langkah-langkah mengorganisir program :
persiapakan suasana
pertimbangan situasi
penyusunan program
pembagian tanggung jawab
perwujudan program
pembinaan perkembangan program
integrasikan program dengan masyarakat
persiapan program evaluasi
3. Evaluasi
Evaluasi dalam hubungannya dengan pendidikan adalah menentukan sampai dimana tujuan-tujuan pendidikan yang ditetapkan telah tercapai.
a. Prinsip-prinsip
rencana harus komprehensif
penyusunan harus kooperatif
program harus kontinu dan berinteraksi dengan kurikulum
lebih menggunakan data yang objektif daripada yang subyektif
menghargai para participant
b. Proses
merumuskan tujuan evaluasi
menyeleksi alat-alat evaluasi
menyusun alat-alat evaluasi
menerapkan alat-alat evaluasi
mengelola hasil
menyimpulkan
c. Aspek-aspek yang dievaluasi :
peronil → murid, guru, karyawan, wali murid, kepsek, supervise
materiil → kurikulum, perlengkapan sekolah, administrasi, perlengkapan murid
operational → proses kepemimpinan, proses mengajar, usaha kesejahtraan personil, usaha integrasi sekolah dan masyarakat
4. Alat-alat :
a. Objektif :
ujian karangan (essay examination)
ujian objektif
b. Lebih ke subjektif
observasi
wawancara
angket
checklist dan rating-scale
laporan pribadi dan tekhnik projektif
catatan-catatan anekdot
catatan-catatan komulatif
case study
sosiometri
laporan stenografis
buku-buku catatan
kotak saran
rapat-rapat supervisi
Sumber : supi pauzi2008 (online) http://applikasi.wordpress.com/2008/06/06/arti-supervisi-pendidikan/

H. PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Cara Melaksanakan Supervisi
Salah satu cara melakukan supervisi yang baik adalah dengan cara demokratis, ciri-cirinya adalah:
1.Pengawasan dijalankan secara gotong-royong atau kooperatif, tidak ditangan seorang raja, yaitu kepala sekolah
2.Pengawasan dijalankan terang-terangan, diketahui oleh semua petugas yaitu guru-guru, tidak secara sembunyi-sembunyi seperti pengawasan polisi resersir.
3.Pengawasan dijalankan kontinu dan bersifat Tutwuri Handayani (bersifat pembimbing) seperti dikehendaki oleh pemerintah kita.

Sumber; Abdul Rohman2009(online) http://www.docstoc.com/docs/19005424/Administrasi-dan-Supervisi-Pendidikan
Dalam melaksanakan supervisi pendidikan yang perlu dilakukan adalah antara lain :
a. Observasi Kelas
Observasi kelas merupakan salah satu cara yang paling baik dlam melaksanakan supervisi, karena dengan melaksanakan observasi kita dapat melihat kegiatan guru, murid, dan masalah yang timbul dalam proses belajar mengajar.
b. Saling Mengunjungi
Dalam pelaksanaan ini supervisi pendidikan dikaitkan dengan kegiatan belajar mengajar yang di dalamnya terdapat wadah dari sebuah kegiatan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru – guru


c. Demonstrasi Mengajar
Demonstrasi mengajar sangat diperlukan dalam pelaksanaan supervisi karena demonstrasi mengajar sangat sukar untuk menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar.
d. Supervisi Klinis
Supervisi klinis salah satu aspek kajian dalam bidang supervisi pengajaran yang banyak memberikan kontribusi dalam rangka pembimbingan, pembinaan, dan pengembangan professional guru sehingga permasalahan apapun yang muncul di bidang supervise pengajaran dapat ditangani dan diatasi secara optimal.
Ciri-ciri supervisi klinis seperti yang dikemukakan oleh Nurochmah (2004) adalah sebagai berikut :
1. Bimbingan yang diberikan kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi sehingga prakarsa dan tanggung jawab mengembangkan diri tetap ditangan guru sendiri
2. Meskipun digunakan berbagai keterampilan mengajar secara terintegrasi, tetapi sasaran supervise tetap dibatasi hanya pada satu atau dua keterampilan saja.
3. Saraan supervise diajukan oleh guru, atau dikaji bersama untuk dijadikan kesepakatan (kontrak)
4. Instrument observasi dikaji dan ditetapkan dalam pertemuan antara superfisor dengtan guru dan pengembangannya didasarkan atas sasaran latihan.
5. Balikan yang objektif dan spesifik diberikan dengan segera.
6. Analisin dan interprestasi data hasil observasi dilakukan bersama, dimana supervisor lebih banyak bertanya dari pada mengarahkan.
7. Supervise berlangsung dalam satu tatap muka yang terbuka dan intim.
8. Supervisi berlangsung dalam satu siklus : pertemuan awal (perencanaan), observasi, dan pertemuan akhir. Kesimpulan dan tindak lanjut dari latihan sebelumnya akan menjadi masukan untuk perencanaan latihan selantjutnya.
E. Kajian Tindak
Fokus utama kajian tindak adalah mendorong para prektisi untuk meneliti dan terlibat dalam praktek penelitiannya sendiri. Hasil penelitiannya dipake sendiri oleh peneliti dan orang lain yang membutuhkan.
Sumber: Purwanto, M.Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung:Remaja Rosdakarya, 2005












DAFTAR PUSTAKA

Soepardi (1988:25) (Online) http://definisi pengertian.blogspot.com/2010/03/pengertian-administrasi-pendidikan.html.
(S. Mochtar Husain dan Andi Nurochman, 2009, Administrasi dan Supervisi pendidikan)
Khoirul Huda 2008 ( Online ) http :// constitutionlaw. blogspot.com
Borneoneo2008(Online)http://borneoneo.wordpress.com/2008/09/16/tujuan-dan-fungsi- supervisi/
Sumber: Purwanto, M.Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung:Remaja Rosdakarya, 2005
supi pauzi2008 (online) http://applikasi.wordpress.com/2008/06/06/arti-supervisi pendidikan/
Abdul Rohman2009(online) http://www.docstoc.com/docs/19005424/Administrasi-dan-Supervisi-Pendidikan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar